Kemungkinan dapat disebut nyaris tiap orang pernah putus semangat. Bisa dibuktikan dengan larisnya tembang-tembang bertopik putus semangat, yang selalu punyai ruangan di hati pendengar. Putus semangat tidak selalu masalah putus cinta dengan pasangan pacar. Putus semangat bisa juga terjadi saat seorang ditinggal orang yang dia sayang, seperti teman dekat atau keluarga. Rasanya sama membuat bimbang!

Tetapi ternyata, putus semangat juga bisa juga memacu bermacam masalah kesehatan yang cukup bikin rugi. Masalah fisik ini prihatinnya banyak tidak diakui beberapa orang yang lagi putus semangat sebab mereka begitu konsentrasi dengan rasa berduka yang menggebu-gebu di hati. Jika sudah putus semangat tentu maunya malas-malasan sepanjang hari dan istirahat dari rutinitas. Walau sebenarnya, badan waktu itu sedang terusik. Apa sich masalah yang dapat dirasakan saat putus semangat?

Lumrah memang menangis sesenggukan sesudah kehilangan orang tersayang. Tetapi berhati-hati, ini dapat memacu permasalahan fisik sebab jam biologis jadi amburadul. Pola tidur jadi kacau-balau, badan yang semestinya istirahat pada malam hari, malah diminta aktif hingga performa organ badan terusik. Mengakibatkan saat pagi hari, tubuh berasa lemas, tidak bernafsu, dan belum-belum telah capek.

Study yang diterbitkan di Journal of Neurophysiology tahun 2010 mengatakan orang yang diminta pisah sesudah sudah terburu terlatih dengan pacarnya akan rasakan sakit di sekujur badan dan memperlihatkan beberapa gejala tertentu seperti orang sakau, diantaranya sakit di kepala. Ini sebab hormon ‘bahagia’ di badan, terpindahkan oleh hormon depresi atau kortisol. Tanda-tandanya serupa sama orang yang diminta stop konsumsi kokain.

Produksi hormon depresi atau kortisol yang bertambah rupanya memacu pengurangan selera makan. Karena hormon ini akan menghalangi saluran darah masuk di aliran pencernaan. Mengakibatkan produksi asam lambung bertambah, perut berasa tidak nyaman.

Tidak boleh terkejut jika cocok kembali putus semangat, mendadak mukamu panen jerawat, atau rambutmu rontok secara tiba-tiba. Rupanya ini ada korelasinya yang dapat diterangkan secara ilmiah lo. Study tahun 2007 yang pernah termuat The New York Post, mengatakan sekitar 23% kasus infeksi di muka dipacu oleh depresi, terhitung depresi sebab putus semangat.