Kulineran tidak cuma makanan yang terbentuk untuk isi perut. Proses mempersiapkan, menyediakan dan share sajian tertentu, sudah membuat arti sosial dan budaya yang utama di bermacam penjuru dunia. Roti buaya untuk warga Betawi, misalkan, bukan sekedar hanya sajian manis, tetapi sudah menjadi salah satu persyaratan yang perlu disanggupi mempelai lelaki dalam sebuah pernikahan.

Nah, sebab kulineran lebih kompleks dari sebatas makan untuk kenyang, budaya berikut kekhasan yang ikut membuatnya juga pantas untuk dikenali dan dilestarikan. Dalam hal tersebut, UNESCO sudah melantik beberapa makanan dan budaya kulineran yang berada di dunia, sebagai peninggalan budaya tidak benda. Merilis Wander Lush, berikut Hipwee Travel kumpulkan 8 antara yang kemungkinan belum kamu kenali.

Lavash ialah roti halus yang tipis tapi punyai tempat khusus dalam budaya kulineran Armenia, sebuah negara yang berada antara Turki dan Georgia. UNESCO melantik makanan ini sebagai peninggalan budaya tidak benda pada 2014 lalu, sebab kecuali memerlukan ketrampilan dan pengaturan, proses pengerjaan lavash membuat transisi sosial antar beberapa pembikinnya.

Disamping itu, lavash punyai peranan resmi penting dalam budaya pernikahan Armenia. Helaian roti yang sering dikonsumsi bersama keju atau daging ini akan disampirkan di pundak pengantin di hari pernikahan sebagai lambang kemakmuran hari esok.

Tidak jauh dari Armenia, negara Azerbaijan punyai makanan namanya dolma yang dianggap oleh UNESCO. Makanan yang dibuat dari isian daging cincang, nasi dan bawang bombay dengan dibuntel daun anggur atau daun yang lain ini. Sdapat dengan gampang kamu dapatkan di semua restaurant Azerbaijan.

Kata dolma ialah versus singkat dari doldurma dengan bahasa Turki yang maknanya “diisi”. Jadi, bahan makanan apa saja sesungguhnya dapat dibuat dolma, seperti tomat atau terSong yang dikasih isian. Nah, kecuali bisa ditemui di semua restaurant. Smakanan ini bisa juga dijumpai dalam beberapa acara khusus dan jadi lambang penyambut tamu.

Disamping itu, cara membuat kopi turki jadi argumen lain. Dalam prosesnya, penyeduhan kopi dilaksanakan dengan memakai cawan khusus yang disebutkan cezve. Dahulunya, cezve dipakai untuk menyajikan kopi dengan jumlah banyak. Karena itu sampai sekarang ini, menyeruput kopi turki di kaveh kanes (panggilan. Suntuk warung kopi di Turki) menggambarkan budaya komunal penduduknya.