Sebagai penulis artikel, hari-hari saya diawali saat monitor netbook dibuka. Keperluan searching sana-sini dan membuka beberapa program pada sebuah waktu, sudah mengganti netbook yang awalnya sebatas produk tehnologi, jadi kendaraan perang yang perlu oke melalui semua halangan. Yang setiap hari kerja di muka netbook tentu setuju dengan istilah itu.

Awalannya saya tidak memandang sebuah netbook penting itu. Toh, selanjutnya sebuah alat cuman bisa menjadi alat jika tidak diimbangi kemampuan, berpikir saya. Tetapi demikian bulan berakhir, rupanya saya salah. Pengalaman kerja seorang penulis artikel seperti saya yang kadang mobile, rupanya dikuasai piranti yang dipakai.

Karena itu, asumsi jika netbook “tidak penting-penting sangat” juga perlahan-lahan harus saya koreksi. Ini saya mulai saat artikel harus selekasnya dituntaskan, tetapi netbook yang sedang buka beberapa puluh tab penelusuran nge-hang. Ditambahkan lagi, keperluan saya pada netbook memang bertambah berarti semenjak work from home (WFH) diterapkan.

Peristiwa yang membuat saya semakin oke untuk mengganti penglihatan pada netbook ialah saat mencoba netbook MSI Prestige 15 A11SCX-234ID. Piranti terkini MSI ini segera memikat saya semenjak tombol power. Cuman dalam kurun waktu kurang dari 3 detik sesudah didesak, netbook ini dapat dioperasionalkan. Hal itu adalah awalnya yang bagus untuk saya untuk tingkatkan pengalaman kerja memakai netbook.

Lacak punyai lacak, rupanya netbook 15,6 inch yang kuat dan menawan karena bodi alumunium ini punyai perform CPU dan GPU yang tinggi, walau secara ukuran dia termasuk tipis dan enteng. Netbook dengan ketebalan cuman 17 mm dan berat 1.6 kg ini diberi processor Intel Core i7 angkatan kesebelas, yang dijumpai sanggup memberikan kenaikan kecepatan sampai 20% dari perintisnya. Diberi RAM 16GB yang dapat di-upgrade sampai 64GB dan SSD 1TB yang dapat di-upgrade, membuat hati senang saya semenjak memencet tombol power jadi lumrah sesudah mengenalinya.

Dapur picu netbook yang saya yakin bisa memacu keproduktifan ini memakai NVIDIA GeForce GTX1650 Max-Q dengan GDDR6 4GB, yang bisa mengakselerasi dan memungkinkannya. Sprogram koreksi dambaan content inisiator bisa berjalan dengan mulus. Saya yang kerap streaming film untuk membunuh kebosanan saat. Swork from home diuntungkan, sebab grafis yang dijajakan sanggup tingkatkan pengalaman melihat.